Sagu (Metroxylon sagu) adalah sejenis palma yang berasal dari wilayah Papua Nugini, Maluku, dan Papua. Tanaman ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di wilayah tersebut selama berabad-abad, terutama sebagai sumber makanan pokok.
Browsing: Metroxylon sagu
Varietas dan Klasifikasi Sagu (Metroxylon sagu) adalah topik penting dalam kajian botani dan pertanian. Sagu merupakan sumber karbohidrat pokok bagi masyarakat di wilayah Papua dan Maluku, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Persiapan lahan untuk menanam sagu (Metroxylon sagu) merupakan tahap awal yang sangat penting dalam budidaya sagu. Persiapan lahan yang baik akan menentukan pertumbuhan dan produksi sagu di kemudian hari. Persiapan lahan meliputi beberapa langkah, antara lain pembersihan lahan, pengolahan tanah, dan pembuatan bedengan.
Persiapan bibit merupakan salah satu tahapan penting dalam menanam sagu (Metroxylon sagu). Bibit sagu yang baik akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif. Persiapan bibit sagu yang baik melibatkan pemilihan benih yang berkualitas, penyemaian benih, dan perawatan bibit hingga siap tanam.
Siklus hidup sagu (Metroxylon sagu) dimulai dari biji yang berkecambah menjadi bibit. Bibit kemudian tumbuh menjadi tanaman muda, yang secara bertahap akan membentuk batang dan daun. Batang sagu dapat tumbuh hingga ketinggian 15-25 meter, dengan diameter sekitar 30-60 cm. Daun sagu berbentuk menyirip, dengan panjang mencapai 7-10 meter.
Syarat Tumbuh Tanaman Sagu (Metroxylon sagu) adalah faktor-faktor lingkungan yang harus dipenuhi agar tanaman sagu dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Faktor-faktor tersebut antara lain iklim, tanah, dan air.
Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Sagu (Metroxylon sagu) merupakan upaya pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang menyerang tanaman sagu. OPT pada tanaman sagu dapat berupa hama, seperti kumbang sagu (Rhynchophorus ferrugineus), dan penyakit, seperti penyakit busuk pangkal batang (Ganoderma zonatum).